
Suasana liburan akhir tahun ini diprediksikan tidak jauh berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya. Konsumsi masyarakat meningkat, biro perjalanan wisata banyak diburu oleh konsumen, pusat perbelanjaan punramai dikunjungi orang. Hal ini dapat disebabkan karena dalam bulan Desember tahun ini banyak hari libur Nasional. Setidaknya terdapat tiga hari besar, yakni 1 Muharam, Natal, serta Tahun Baru 2010 yang selisih harinya berdekatan.
Namun, ditengah geliat persiapan liburan akhir tahun ini, sebenarnya terdapat aktivitas rutin yang mungkin secara awam dianggap biasa saja, namun memiliki kegairahan bisnis luar biasa, yaitu MAKAN..!!! aktivitas seperti ini mungkin sudah sering dilakukan tiap hari, tetapi banyak orang yang kurang serius memperhatikannya. Sebenarnya orang belibur pun tetap butuh makan paling tidak secara rutin yakni tiga kali sehari. Tidak peduli kemana tujuannya, perut akan tetap merasa kosong dan keroncongan jika tidak terisi.
Selama ini orang semarangcenderung di indetikkan dengan “Orang Rumahan” yang jarang makan diluar seperti restoran atau rumah makan. Saya pernah mendengar bahwa peringkat semarang lebih tinggi dibanding dengan Jakarta, Medan, Surabaya, Palembang, dan Makassar. Hal ini dapat kita lihat bahwa frekuensi makan diluar rumah mayoritas orang Semarang yang dilakukan seminggu sekali, sedangkan mayoritas orang Jakarta, Makasar dan Bandung hanya sebulan sekali.
Jenis Makanan Semarang
Antar kota satu dengan yang lain pasti memiliki pilihan jenis makanan yang beragam. Bias kita lihat, bahwa banyak orang semarang lebih menyukai fast food atau cepat saji, hal ini disebabkan banyak orang yang sangat sibuk dengan aktivitas atau kegiatannya sehingga untuk membuat makanan sendiri pun jarang dilaksanakan.
Pernah saya menyurvei sebagian mahasiswa daerah Semarang ataupu mahasiswa yang memiliki rumah sementara ( kos ) di Semarang “apakah mahasiswa lebih menyukai non fast food ( makanan tidak cepat saji ) ataukah fast food ( makanan cepat saji )?” ternyata dari hasil yang saya dapatkan mahasiswa yang menyukai fast food lebih banyak dibandingkan dengan mahasiswa yang menyukai non fast food. Berdasarkan survey tersebut, sekarang banyak warung makan yang berinisiatif membuat makanan fast food di berbagai tempat di Semarang.
Aneka Kuliner di Semarang
Sebenarnya banyak sekali macam-macam aneka kuliner di Semarang, tetapi saya akan mengulas singkat tentang aneka kuliner yang berada di Semarang :
1. Bakso Pak Djo - Jl Anggrek ( Belakang Citraland )
2. Mie Ayam Ceker Pak Kawit - Jl Seroja ( Belakang Matahari Simpang Lima )
3. Bebek Goreng Mbak Nar - Halaman parkir Pasar Jatingaleh
4. Nasi Pindang Pak Ndut - Jl Stadion Selatan (Depan Kantor Kepegawaian)
5. Bubur Ayam Atlas - Depan gerbang keluar SE Simpang 5
6. Puja Sera – Jl. Raya Ngaliayan ( Depan SD 04 Tambak AJi )
7. Soto Lampung dan Bakso Goreng Pak Tono - Jl. Raya Ngaliayan
8. Lumpia dan Mie Tie-tee, Jl Melati Selatan (Jl Gajah Mada, samping Bioskop Murni)
9. Ayam Goreng - Samping Pasar Bulu
10. Gado-gado Puspita - Jl Gadjah Mada
11. Kawasan Sate Jl. Gajah Mada
12. Asem-asem Koh Liem Jl. Karanganyar
13. Nasi Gandul Pak Memet Jl. Dr. Cipto
14. Tahu Gimbal Simpang Lima
15. Lunpia Semarang (kering) Jl. MT Haryono (kawasan Mataram)
16. Teh Poci Kawasan Simpang Lima













